top of page
Search

Kebangkitan Puskesmas Mon Keulayu: Sinergi Multi-Pihak Pulihkan Layanan Kesehatan Pasca Banjir Bireuen

ree

BIREUEN, ACEH – Harapan yang sempat terkubur di bawah lumpur tebal akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen pada akhir November 2025 kini mulai bersemi kembali. Puskesmas (PKM) Mon Keulayu di Kecamatan Gandapura, yang sebelumnya lumpuh total, secara resmi mulai beroperasi kembali pada Minggu (28/12/2025).

Bencana banjir bandang tersebut tidak hanya merusak infrastruktur warga, tetapi juga melumpuhkan fasilitas kesehatan vital. Puskesmas Mon Keulayu terendam lumpur pekat yang merusak alat kesehatan esensial dan menghancurkan dokumen-dokumen medis penting, menyebabkan ribuan warga kehilangan akses layanan kesehatan dan air bersih.


Respons Cepat Melalui Layanan Mobile Klinik

Sebelum pembersihan fisik selesai, KUN Humanity System dan Klinik Gunung, dengan dukungan International Medical Corps, telah bergerak lebih awal. Mereka mengerahkan tim medis mobile klinik untuk menjangkau enam dari delapan gampong di wilayah kerja Puskesmas Mon Keulayu guna memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan medis dasar di masa darurat.


Kekuatan Kolaborasi Lintas Sektor

Pemulihan fasilitas fisik Puskesmas dipercepat melalui aksi kolaboratif besar-besaran yang diinisiasi pada 26-27 Desember 2025. Gerakan ini melibatkan sinergi antara:

  • Tim Kemendagri

  • KUN Humanity System

  • Satpol PP & Damkar Bireuen

  • Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI)

  • Lembaga Airputih Aceh


Para relawan dan petugas bahu-membahu membersihkan sisa lumpur yang menutupi ruang pelayanan dan halaman puskesmas. Hasilnya, pada 28 Desember, ruang Unit Gawat Darurat (UGD) kembali dibuka untuk melayani pasien.

“Kolaborasi adalah kunci dalam menghadapi bencana ini. Kami berkomitmen untuk membawa kembali layanan kesehatan kepada masyarakat dan membangkitkan kepercayaan mereka terhadap sistem pelayanan kesehatan,” ujar dr. Chandra Sembiring, CEO KUN Humanity System.


Harapan Baru bagi Masyarakat

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Tim Kemendagri, Bapak Indra Gunawan dan Bang Gen, menekankan bahwa kebangkitan sebuah komunitas tidak hanya diukur dari kecepatan pemulihan fisik, tetapi juga dari pulihnya harapan dan kepercayaan masyarakat.

Kepala Puskesmas Mon Keulayu, dr. Neli, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, kehadiran para mitra kolaborasi sangat membantu membangkitkan mental staf medis dan masyarakat yang sempat merasa terasing akibat terputusnya akses layanan.

Okta Setiawan dari Airputih Aceh menambahkan bahwa persatuan seluruh elemen masyarakat menunjukkan bahwa tantangan seberat apa pun dapat dilalui jika dihadapi bersama.


Kini, warga di gampong-gampong sekitar Gandapura mulai mendapatkan kembali hak mereka atas akses kesehatan. Tragedi banjir Bireuen ini menjadi bukti nyata bahwa di balik sisa-sisa kehancuran, terdapat kekuatan solidaritas yang mampu mengubah bencana menjadi momentum kebangkitan menuju masa depan yang lebih baik.



 
 
 

Comments


bottom of page